Satpas Polres Kudus kembali menjadi sorotan tajam publik. Investigasi TintaHukumInvestigasi.com menemukan adanya dugaan praktik mafia SIM dengan tarif mencapai Rp900 ribu untuk SIM A.
S, warga Kecamatan Jati, Kudus, menjadi korban praktik janggal tersebut. Pada 17 September 2025, ia datang ke Satpas Polres Kudus untuk mengurus SIM A secara resmi demi kebutuhan pekerjaan. Meski mengikuti seluruh prosedur, hasilnya nihil.
Keesokan harinya, 18 September 2025, kegagalan kembali dialami. Hingga seorang temannya, R, menyarankan untuk menemui calo berinisial M. Dengan penuh percaya diri, M mengatakan: “Tenang saja, saya kenal orang dalam. Ikut saya, serahkan uang Rp900 ribu, tinggal foto, SIM pasti jadi.”
Akhirnya, karena terdesak kebutuhan pekerjaan, S pun menyerah. Pada 22 September 2025, ia diarahkan untuk foto di Satpas Polres Kudus. Semua tampak prosedural, padahal dugaan rekayasa semakin kuat tercium.
Yang mengejutkan, saat tim TintaHukumInvestigasi.com mencoba meminta konfirmasi dan klarifikasi, Baur SIM Satpas Polres Kudus justru memilih bungkam. Bukannya memberi jawaban, ia malah memblokir nomor WhatsApp awak media.
Salah satu awak media TintaHukumInvestigasi.com menegaskan:
“Kenapa harus nomor kami diblokir? Kami hanya meminta konfirmasi dan klarifikasi atas temuan pungli SIM di Satpas Polres Kudus. Tapi kenapa beliau memilih bungkam dan malah memblokir? Sikap seperti ini justru menimbulkan tanda tanya besar. Padahal sudah menjadi tugas kami menyampaikan keluhan warga dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.”
Sikap bungkam sekaligus memutus komunikasi dengan media ini bukan hanya mencederai prinsip keterbukaan informasi publik, tapi juga memperkuat dugaan adanya praktik yang sengaja ditutupi.
Pertanyaan publik pun semakin keras menggema: apakah dengan sikap Baur SIM yang demikian, dugaan pungli itu kian nyata? Apakah diamnya ia merupakan upaya sengaja menutupi praktik kotor tersebut, bahkan tidak menutup kemungkinan ikut menikmati aliran uang haram pungli SIM di Satpas Polres Kudus?
Kini, sorotan publik tak hanya berhenti pada dugaan praktik mafia SIM, tetapi juga tertuju langsung pada Baur SIM Satpas Polres Kudus. Bungkamnya ia di hadapan fakta investigasi justru menyeret dirinya ke jurang kecurigaan yang semakin dalam.
Penulis Redaksi


