MEDIA ONLINE TINTA HUKUM INVESTIGASI TAJAM DAN AKURAT BMKG INGATKAN POTENSI GEMPA MEGATHRUST HINGGA MAGNITUDO 9, MASYARAKAT DIMINTA TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN

BMKG INGATKAN POTENSI GEMPA MEGATHRUST HINGGA MAGNITUDO 9, MASYARAKAT DIMINTA TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN


JAKARTA
TintaHukumInvestigasi

6 Oktober 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa besar yang bersumber dari zona megathrust. Peringatan ini disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram @InfoBMKG, yang menegaskan bahwa sejumlah segmen megathrust di Indonesia kini berada dalam kondisi “tinggal menunggu waktu” untuk melepaskan energi besar yang telah lama terkunci.

Dalam penjelasannya, BMKG menguraikan bahwa beberapa segmen megathrust seperti di Selat Sunda dan Mentawai–Siberut sudah sangat lama tidak melepaskan energi. Kondisi ini disebut sebagai seismic gap, di mana energi tektonik terus menumpuk tanpa pelepasan signifikan. BMKG memperingatkan bahwa energi besar yang terkunci di zona tersebut berpotensi memicu gempa kuat hingga magnitudo 9 serta tsunami besar yang bisa berdampak luas di sepanjang pesisir barat Sumatra, selatan Jawa, hingga wilayah timur Indonesia seperti Papua.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan bahwa peringatan ini bukanlah isu baru, melainkan bentuk ajakan agar masyarakat benar-benar siap menghadapi risiko bencana. Ia menuturkan bahwa berdasarkan peta Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) 2017, potensi gempa megathrust di selatan Jawa diperkirakan dapat mencapai magnitudo 8,8.

Selain itu, BMKG bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengingatkan adanya potensi tsunami di wilayah pesisir Banten hingga Lampung dengan tinggi gelombang yang bisa mencapai 4–8 meter.

Dwikorita menegaskan pentingnya langkah mitigasi, mulai dari memahami cara penyelamatan dasar, mengenali jalur evakuasi, hingga mengikuti informasi resmi dari BMKG.

“Bencana memang tak bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa dikurangi lewat kesiapsiagaan,” tegas Dwikorita.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah rawan gempa untuk selalu memperbarui informasi, tidak mudah termakan isu hoaks, serta memastikan kesiapan keluarga dan lingkungan dalam menghadapi kemungkinan terburuk dari potensi gempa besar di zona megathrust tersebut.

REDAKSI

Lebih baru Lebih lama