MEDIA ONLINE TINTA HUKUM INVESTIGASI TAJAM DAN AKURAT BONDOWOSO DARURAT KEWIBAWAAN HUKUM! ARENA JUDI KOKOH BERDIRI, KAPOLSEK TAMAN KAROCOK DIDUGA PILIH DIAM DARIPADA BERTINDAK

BONDOWOSO DARURAT KEWIBAWAAN HUKUM! ARENA JUDI KOKOH BERDIRI, KAPOLSEK TAMAN KAROCOK DIDUGA PILIH DIAM DARIPADA BERTINDAK



BONDOWOSOTintaHukumInvestigasi.com

Ketika masyarakat mendambakan kepastian hukum, Kapolsek Taman Krocok justru diduga memilih bungkam di tengah aktivitas perjudian terbuka di wilayahnya sendiri. Bukan sehari, bukan seminggu — arena sabung ayam permanen di Desa Kretek dibiarkan hidup bebas seolah sudah mengantongi izin resmi dari aparat.

Tim Tinta Hukum Investigasi mendapati ratusan penjudi berkumpul setiap akhir pekan, membawa ayam aduan dan uang taruhan dalam jumlah besar. Keramaian begitu besar, hingga tidak mungkin luput dari pantauan aparat.

Namun yang terjadi, Kapolsek Taman Krocok seolah sedang menikmati posisi nyaman sebagai penonton dari kejauhan.

Kapolsek Taman Krocok Dipertanyakan: Pimpinan atau Penonton?

Pertanyaan publik kini mengerucut tajam:

“Apa sebenarnya peran Kapolsek Taman Krcok? Menjaga hukum atau menjaga kelangsungan arena judi?”

Jika seorang Kapolsek tidak mengetahui kegiatan sebesar itu, maka ia patut dipertanyakan kelayakannya memimpin wilayah hukum.

Namun jika ia tahu namun diam, maka diamnya bukan lagi kelalaian — melainkan bentuk pembiaran yang mencoreng nama institusi.

Seorang tokoh warga menegaskan,

“Kapolsek itu bukan sekadar jabatan. Itu tanggung jawab. Kalau wilayahnya jadi sarang judi dan dia diam saja, berarti dia ikut mengizinkan.”

Saat Kapolsek Diam, Kepercayaan Publik Ikut Mati

Kini, masyarakat tak lagi bertanya soal ada atau tidaknya penindakan — karena jawabannya sudah terlihat jelas: tidak ada.

Yang kini dipertanyakan adalah:

“Sampai kapan Kapolsek Taman Krocok akan bersembunyi di balik diamnya?”

Jika seorang Kapolsek tidak mampu — atau tidak mau — menegakkan hukum di wilayahnya sendiri, maka publik berhak meminta atasan yang lebih berani untuk turun tangan.

Karena lebih baik mengganti Kapolsek daripada membiarkan hukum dikubur hidup-hidup.

REDAKSI

Lebih baru Lebih lama