INDONESIA
TintaHukumInvestigasi.com
Sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bukan sekadar catatan institusional. Ia adalah kisah keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan tanpa batas kepada Merah Putih. Dari detik pertama Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, para insan Bhayangkara telah berdiri bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi sebagai pejuang kemerdekaan yang bertaruh nyawa demi tegaknya kedaulatan bangsa.
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo — Sang Arsitek Kepolisian Republik
Saat negara ini masih rapuh, penuh ancaman dari dalam dan luar, muncullah sosok Komisaris Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Dilantik langsung oleh Presiden Soekarno pada 29 September 1945, ia bukan hanya memimpin, melainkan membentuk jati diri Polri sebagai kekuatan nasional yang berdiri tegak di atas prinsip pengabdian kepada rakyat dan negara. Di bawah kepemimpinannya, Polri bukan sekadar aparat — Polri menjelma menjadi perisai Republik.
Moehammad Yasin — Sang Singa Bhayangkara dari Surabaya
Namun sebelum itu, bahkan sebelum struktur resmi Polri berdiri, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Yasin telah menorehkan sejarah yang tak terbantahkan. Pada 21 Agustus 1945 di Surabaya, ia lantang menyatakan:
“Polisi berdiri di pihak Republik Indonesia!”
Seruan ini bukan sekadar deklarasi — itu adalah peluru pertama polisi kepada penjajah! Aksinya membakar semangat rakyat Surabaya hingga memuncak dalam Pertempuran 10 November. Tidak heran jika Jenderal TNI AD Abdoel Kadir menyebutnya sebagai:
“Singa pejuang Republik Indonesia!”
Bersama Rakyat, Polri Menjadi Benteng Negeri
Di Surabaya, polisi tidak berdiri sendiri. Bersama Bung Tomo, Dr. H. Roeslan Abdulgani, Jenderal Sudarto, Abdul Radja B, dan ribuan arek-arek Suroboyo, Polri menjadi bagian dari gelombang perlawanan terbesar yang mengguncang dunia.
Itulah bukti bahwa sejak awal, Polri lahir bukan dari kenyamanan birokrasi, melainkan dari kobaran api perjuangan!
Dulu Pejuang, Kini Pengayom — Polri Tak Pernah Berubah Setia
Jika dulu Polri mengangkat senjata melawan penjajah, kini Polri mengangkat hukum, keberanian, dan pengabdian untuk melindungi rakyat dari segala bentuk ancaman — kejahatan, narkoba, radikalisme, hingga disrupsi digital.
Dulu Polri merebut kemerdekaan. Kini Polri menjaga keberlangsungan bangsa.
Salam hormat kepada seluruh insan Bhayangkara.
Dari Surabaya yang membara hingga setiap jengkal Nusantara hari ini — Polri tetap setia menjadi benteng terakhir republik.
RED
