-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lansia 100 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Desa Jadi Tuban, Polisi Ungkap Identitas Korban

Kamis, 12 Februari 2026 | 2/12/2026 04:43:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-13T00:43:18Z


TUBAN
| TintaHukumInvestigasi.com

Misteri sosok nenek yang ditemukan meninggal dunia di dekat Makam Kalbakal, aliran sungai Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sriyatun (100), seorang warga lanjut usia asal Dusun Topar, Desa Talang Kembar, Kecamatan Montong, Tuban.

Kapolsek Semanding, AKP M. Lukman Hadi, membenarkan identitas korban setelah proses identifikasi dilakukan oleh petugas. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, korban diduga telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan warga.

“Setelah proses identifikasi rampung, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar AKP M. Lukman Hadi kepada awak media.

Sebelumnya, warga Desa Jadi digemparkan dengan penemuan jasad seorang nenek yang mengapung di aliran sungai, Kamis (13/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Jasad pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah beraktivitas di ladang.

Salah satu saksi mata, Siti Kaulah (90), menuturkan bahwa penemuan tersebut bermula saat rekannya sesama petani, Karsam, merasa curiga melihat benda tertutup karung plastik yang tersangkut di sungai.

“Saya sedang bersih-bersih ladang, lalu dipanggil Pak Karsam. Ternyata setelah dicek itu mayat. Kami langsung melapor ke RT dan warga sekitar,” ungkap Siti.

Sejumlah warga mengenali pakaian yang dikenakan korban. Sriyatun diketahui kerap terlihat berjalan kaki seorang diri mengelilingi desa dalam kondisi pikun.

Di balik peristiwa ini, terselip kisah pilu tentang masa tua korban. Meski memiliki anak yang merantau ke Jakarta, Sriyatun diketahui tidak memiliki tempat tinggal tetap dan sering menumpang di rumah kerabat di Desa Jadi. Warga menyebut, ia sempat dibawa anaknya ke Jakarta, namun kembali lagi ke kampung halaman.

Faktor usia yang sangat lanjut, kondisi fisik yang renta, serta dugaan tekanan psikologis disinyalir menjadi pemicu korban terjatuh ke sungai tanpa ada yang mengetahui. Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian dan pendampingan terhadap para lansia, khususnya yang hidup seorang diri tanpa pengawasan keluarga.

Red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update