Pejabat BGN Tegur Pria Viral Joget di Dapur MBG, Miliki 7 Titik SPPG
![]() |
| Gambar Ilustrasi : Nanik menegaskan bahwa program SPPG dalam MBG bukanlah proyek bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. |
JAKARTA — TintaHukumInvestigasi.com | Seorang pria yang viral karena berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata memiliki tujuh titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini diungkap Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, pada Selasa (24/3).
Menurut Nanik, dari tujuh titik tersebut, baru satu dapur yang telah beroperasi. Sementara enam lainnya masih dalam tahap persiapan dan akan diawasi ketat oleh BGN.
“Katanya dia dapat tujuh dapur, tapi yang berjalan baru satu. Yang lainnya belum beroperasi, nanti akan kita awasi,” ujarnya kepada wartawan.
Nanik menegaskan bahwa program SPPG dalam MBG bukanlah proyek bisnis yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Program ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi dan kecerdasan anak-anak.
“Ini bukan bisnis ya. Ini program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak, bukan untuk hal-hal seperti itu,” tegasnya.
Aksi pria tersebut sebelumnya viral di media sosial, memicu beragam reaksi publik. Ia terlihat berjoget di dalam dapur MBG tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Bahkan sempat beredar narasi bahwa pria itu menerima insentif hingga Rp6 juta per hari, yang kemudian menuai kritik dari netizen.
Menindaklanjuti hal tersebut, BGN telah memberikan teguran keras dan membekukan sementara satu dapur SPPG milik pria tersebut. Pembekuan dilakukan karena tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis), khususnya terkait tata letak dapur.
“Layout-nya salah, padahal sudah ada juknis yang harus dipatuhi,” jelas Nanik.
Ia juga menyayangkan tindakan membuat konten di dalam dapur tanpa standar keamanan yang semestinya. Nanik mengingatkan seluruh mitra SPPG agar mematuhi aturan dan tidak melakukan hal serupa.
“Saya juga tidak suka dia bikin konten di dapur tanpa APD, itu jelas salah. Ini jadi pembelajaran bagi yang lain, tidak usah aneh-aneh,” pungkasnya.
Editor : Yoyon Agus H.





Posting Komentar