Petir Sambar Petani di Jombang, Satu Tewas Saat Angkut Padi di Sawah

Sekretaris Desa Kedungbetik, Darto Wahab, menjelaskan bahwa kedua korban merupakan pekerja borongan yang sedang menyelesaikan pemindahan sisa padi di lahan milik warga setempat bernama Sholikin.
JOMBANG — TintaHukumInvestigasi.com | Peristiwa tragis menimpa dua buruh tani di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Keduanya tersambar petir saat bekerja mengangkut hasil panen padi di area persawahan Dusun Ngemprak, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, pada Sabtu petang (28/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Korban diketahui bernama Jhoni (40), warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, yang meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka bakar serius. Sementara rekannya, Slamet (50), warga Dusun Tambakberjo, Desa Kedungbetik, mengalami luka-luka dan sempat pingsan usai tersambar petir.
Sekretaris Desa Kedungbetik, Darto Wahab, menjelaskan bahwa kedua korban merupakan pekerja borongan yang sedang menyelesaikan pemindahan sisa padi di lahan milik warga setempat bernama Sholikin.
“Sebelumnya mereka sempat berhenti karena hujan deras. Saat hujan mulai reda, mereka kembali ke sawah untuk melanjutkan pekerjaan,” ujarnya.
Namun nahas, tak lama setelah kembali bekerja, petir tiba-tiba menyambar area persawahan dan mengenai kedua korban yang tengah beraktivitas.
Jhoni langsung terjatuh dan meninggal dunia di tempat. Sedangkan Slamet mengalami luka dan segera dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan medis. Saat ini, kondisinya dilaporkan telah sadar dan mulai membaik.
Kapolsek Kesamben, AKP Niswan, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa terjadi saat korban bersama sekitar 12 petani lainnya sedang memanen padi.
“Sekitar pukul 14.00 WIB hujan deras turun, sehingga para petani berteduh. Kemudian sekitar pukul 14.45 WIB mereka kembali bekerja. Namun pukul 15.00 WIB cuaca kembali memburuk disertai petir, dan dua orang tersambar,” jelasnya.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Namun sayangnya, nyawa Jhoni tidak dapat diselamatkan.
Dari hasil pemeriksaan petugas kepolisian dan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Korban meninggal murni akibat tersambar petir,” tegas Kapolsek.
Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Imbauan Keselamatan
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para petani, untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem. Saat hujan disertai petir, disarankan untuk segera mencari tempat berlindung yang aman dan menghindari aktivitas di area terbuka seperti persawahan guna mencegah risiko tersambar petir.
Editor : Yoyon Agus H.




Posting Komentar