Hizbullah Peringatkan 23 Permukiman Israel Utara untuk Mengungsi, Roket Ditembakkan dari Lebanon
BEIRUT — TintaHukumInvestigasi.com | Kelompok militan Hizbullah memperingatkan warga di 23 permukiman di wilayah utara Israel yang berada dekat perbatasan dengan Lebanon agar segera mengungsi. Peringatan tersebut disebut sebagai respons atas serangan Israel terhadap Beirut dan sejumlah wilayah lain di Lebanon.
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyerukan agar warga yang tinggal dalam radius sekitar 5 kilometer dari garis perbatasan Lebanon meninggalkan area tersebut. Kelompok itu menilai serangan yang dilakukan Israel telah menargetkan warga sipil serta infrastruktur di Lebanon.
“Peringatan kepada warga permukiman utara. Anda diharuskan untuk mengungsi dari semua permukiman yang terletak dalam radius 5 kilometer dari garis perbatasan,” tulis Hizbullah dalam pernyataan yang disampaikan dengan gaya serupa peringatan militer Israel.
Mereka juga menyebut agresi tentara Israel terhadap kedaulatan Lebanon, penargetan warga sipil, serta penghancuran infrastruktur tidak akan dibiarkan tanpa respons.
Peringatan tersebut mencakup sedikitnya 23 permukiman di wilayah utara Israel, di antaranya Saar, Beit Hillel, Kfar Giladi, Manara, Misgav Am, Yiftah, Ramot Naftali, Malkia, Avivim, Yir’on, Dovev, Shtula, Zar’it, Shomera, Even Menachem, Adamit, Shlomi, hingga kota pesisir Nahariya.
Selain mengeluarkan peringatan evakuasi, Hizbullah juga melaporkan telah meluncurkan rentetan roket baru dari Lebanon selatan menuju wilayah utara Israel. Serangan tersebut disebut menargetkan sejumlah posisi militer Israel serta lokasi konsentrasi pasukan di beberapa titik.
Beberapa lokasi yang diklaim menjadi sasaran serangan antara lain Wadi al-Asafir, Tal al-Hamamis di kota Khiam, area gerbang Kfar Kila, posisi militer Israel yang baru didirikan di kota Markaba, serta situs Ruwaisat al-Alam di perbukitan Kfar Shouba Hills yang dipersengketakan.
Hizbullah juga menyatakan telah menembakkan roket dan artileri ke sejumlah posisi militer Israel di dekat perbatasan Lebanon, serta menargetkan pangkalan angkatan laut Israel di kota pelabuhan Haifa. Selain itu, kelompok tersebut mengklaim menembakkan roket ke barak Yoav di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan terbaru tersebut. Ketegangan di kawasan perbatasan Israel–Lebanon terus meningkat seiring saling serang antara militer Israel dan Hizbullah dalam beberapa waktu terakhir.
Sumber : SindoNews.internasional
(Yoyon Agus Herdiono)





Posting Komentar