Presiden Prabowo Akan Sampaikan Taklimat Khusus untuk Rakyat Indonesia soal Gejolak Global
![]() |
| Prabowo menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global secara intensif |
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat agenda peresmian 218 jembatan secara virtual pada Senin (10/3). Dalam kesempatan itu, ia menyinggung meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.
“Akibat perang di Timur Tengah kita harus siap menghadapi kesulitan. Kita punya kekuatan yang besar, tapi saya juga akan jujur, saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,” kata Prabowo dalam tayangan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurutnya, situasi global saat ini berada dalam kondisi penuh ketidakpastian. Persaingan dan pertikaian antara kekuatan besar dunia berpotensi menyeret negara lain ke dalam situasi yang semakin sulit.
“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” ujarnya.
Antisipasi Krisis Global
Prabowo menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global secara intensif. Ia mengaku mempelajari berbagai data dan indikator ekonomi setiap hari guna memastikan kebijakan yang diambil tetap terukur.
“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka setiap hari. Kita temukan terus kekayaan-kekayaan baru. Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu. Perkiraan saya, kita akan keluar dari keadaan krisis ini lebih kuat, lebih makmur, dan lebih mampu berdikari,” ucapnya.
Perkuat Ketahanan Nasional
Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, terutama di sektor pangan, sebagai fondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian global.
Ia menyebut upaya menuju swasembada pangan mulai menunjukkan hasil yang positif.
“Kita sangat bersyukur atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa. Bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada pangan. Kita bersyukur bahwa kita hampir mencapai swasembada, bahkan kita sudah sampai pada swasembada beras dan sebentar lagi memenuhi kebutuhan protein kita,” kata Prabowo.
Selain itu, ia berharap Indonesia ke depan tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut didasarkan pada potensi besar sumber daya alam nasional seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif.
Menutup pernyataannya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bekerja keras, menjaga persatuan, serta menghadapi tantangan global dengan optimisme.
“Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersyukur,” tutupnya.
Editor : Yoyon Agus Herdiono





Posting Komentar